KLATEN — Polsek Karangdowo bersama unsur TNI, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), relawan, dan masyarakat menggelar kegiatan gotong royong pembersihan Sungai Bloro di Dukuh Wanteyan, Desa Bakungan, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten, Rabu (22/4/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai respons atas robohnya rumpun bambu yang menghambat aliran sungai dan berpotensi menimbulkan risiko banjir.
Aksi bersama tersebut menjadi wujud sinergi lintas sektor dalam menjaga lingkungan sekaligus mencegah potensi bencana alam. Rumpun bambu yang tumbang ke badan sungai dinilai dapat mengganggu kelancaran arus air, terutama saat curah hujan meningkat, sehingga perlu segera ditangani melalui kerja bakti bersama.
Kapolsek Karangdowo AKP Sumasna, SH memimpin langsung kegiatan tersebut bersama anggotanya. Kegiatan juga melibatkan personel Koramil 17 Karangdowo, perwakilan BBWS, relawan Desa Bakungan, serta warga setempat yang secara aktif bergotong royong membersihkan material bambu dari aliran sungai.
Kegiatan diawali dengan sambang kepada warga sekaligus koordinasi lapangan untuk memastikan proses pembersihan berjalan efektif dan aman. Selanjutnya, seluruh unsur yang terlibat bersama-sama menyingkirkan rumpun bambu dan material lain yang menghambat aliran sungai.
“Gotong royong ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan sekaligus langkah antisipasi terhadap potensi bencana, seperti banjir akibat tersumbatnya aliran sungai. Sinergi antara aparat dan masyarakat sangat penting untuk menjaga kondisi lingkungan tetap aman dan kondusif,” AKP Sumasna, SH.
Selain membersihkan sungai, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat. Kehadiran aparat di tengah kegiatan sosial kemasyarakatan dinilai mampu meningkatkan kesadaran kolektif warga akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mitigasi bencana sejak dini.
“Partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan ini menunjukkan kesadaran yang tinggi terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan guna mencegah potensi gangguan yang dapat merugikan masyarakat,” AKP Sumasna, SH.
Melalui kegiatan gotong royong ini, diharapkan aliran Sungai Bloro kembali lancar dan risiko bencana dapat diminimalkan. Upaya kolaboratif antara aparat dan masyarakat ini menjadi contoh nyata pentingnya kebersamaan dalam menjaga lingkungan serta menciptakan wilayah yang aman dan berkelanjutan.



